Sabtu, 09 Desember 2017

Week 3: Wawancara Budha

  1. Agama: Budha
  2. Tempat wawancara: Wihara Ekayana Arama
  3. Identitas informan: Bhante Nyanagupta
  4. Peserta Wawancara:
                               1.  Muhammad Efath
                        2. Irfan Aditya Mahendra 
                        3. Ihfa Nugraha
                        4. Muhammad Panji
                        5. Anggara Aryamufti
                        6. Hirau Akhmad Kekal

5.    Waktu dan tanggal wawancara: Jumat, 27 Oktober 2017

6.    Foto kegiatan wawancara


1.     Link Video: https://www.youtube.com/watch?v=ts9wahWQWnE
8. Transkrip Wawancara:
    1) a: sudah sejauh manakah peran agama dalam menjalin sebuah komunikasi
   q: yang bisa berperan adalah orang - orangnya bukan sebuah agamanya. yang dapatmelakukan keributan maupun kebaikan adalah para orangnya. saat ini sudah
sangat terjalin cukup baik antar agama. 

2) a: kenapa dengan adanya suatu perbedaan agama, agama selalu menjadi titik timbulnya suatu konflik?
   q: bukan hanya perbedaan agama, namun secara umum. semua dikarenakan merasa identitasnya paling
benar. tidak pernah ada benar - benar keributan, yang ada hanya keributan yang ada karena suatu kepentingan.

3) a: bagaimana cara menjaga kerukunan antar agama di lingkungan suatu masyarakat
   q: menghargai perbedaan bahwa di dunia ini tidak ada figure yang sama. 

4) a: apakah kerukunan diukur dari cara mereka berfikir yang satu arah seperti apa yang dilakukan masryarakat kampung naga?
   q: bila hanya ada dalam satu kampung sangat mungkin dilakukan. bisa dikatakan kerukunan tanpa perselisihan harus adanya persamaan. oleh karena itu tidak mungkin di indonesia harus disamakan agamanya.

5) a: langkah apa yang harus dilakukan supaya masyarakat dapat membina suatu kerukunan?
   q: harus adanya keterbukaan dalam menerima perbedaan. segala sesuatu dinilai berdasarkan sudut pandang orang lain jangan diri sendiri.

6) a: bagaimana pengaruh agama dalam kehidupan seseorang?
   q: tergantung manusia tersebut dalam mempraktekan agama. agama sendiri pada dasarnya berarti sesuatu yang diturunkan dengan tujuan mengajarkan kebaikan. jadi ketika manusia telah menjalankan agamanya dengan baik tidak hanya dari kulitnya, tapi masuk ke dalam hatinya maka agama akan berubah menjadi lebih lembut dan dapat menghargai.

7) a: bagaimana perilaku agama budha terhadap perbedaan suku dan ras?
    q: saya tidak melihat perilaku agamanya, tapi umat beragama itu sendiri. agama budha menempatkan semua makhluk sejajar dan harus diberikan pelajaran tentang cinta kasih.

Week 2: Wawancara Konghucu

                         
  1. Agama: Konghucu
  2. Tempat wawancara: Klenteng Hok Tek Tjeng Sin
  3. Identitas informan: Rendi Rustandi (iete)
  4. Peserta Wawancara:
                               1.  Muhammad Efath
                        2. Irfan Aditya Mahendra 
                        3. Ihfa Nugraha
                        4. Muhammad Panji
                        5. Anggara Aryamufti
                        6. Hirau Akhmad Kekal

5.    Waktu dan tanggal wawancara: Minggu, 15 Oktober 2017

6.    Foto kegiatan wawancara     



      

7. Link Video: https://www.youtube.com/watch?v=VzwkJ9ytXms&t=19s
8. Transkrip Wawancara: 
     1) a: bagaimana pengaruh agama dalam kehidupan seseorang?
        q: setiap universitas memiliki beragam murid yang memiliki agama yang berbeda, dalamberkawan kita tidak boleh saling menyinggung dan harus tetap bekerja sama.

      2) a: bagaimana pandangan agama katolik terhadap agama lain?
        q: sama saja karena pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan. bila ada sekelompok orang yang melakukan kejahatan maka itu adalah individu yang buruk bukan agamanya.

      3) a: bagaimana perilaku agama katolik terhadap perbedaan suku dan ras
        q: kita tidak boleh menyinggung apapun yang berbau agama, suku dan ras. bila berkumpul sebaiknya membicarakan hal yang baik. semua petinggi agama pun memerintahkan kita untuk melakukan kebaikan.

      4) a: apakah semua agama harus bisa bersatu saling membantu, atau malah                      memfokuskan 
       q: manusia harus lah saling membantu karena kita tidak bisa hidup sendiri. namun antara individu harus saling menghargai keyakinan masing - masing.

      5) a: bagaimana agama katolik bertoleransi ketika agama lain sedang menjalankan 
hari besar?
       q: kita tidak boleh mengganggu acara hari besar agama lain, kalau bisa saling  membantu sangat dilarang untung menyinggung agama lain.

     6) a: apa tanggapan anda terhadap masalah beragama di indonesia untuk sekarang ini?
   q: kondisi sekarang ini ada karena beberapa oknum yang membuat banyak perbedaan pendapat keluar dan bermunculan di media sosial.

      7) a: apa pesan anda untuk masyarakat indonesia?

      q: saya harapkan masing - masing saling menghargai dan tidak menyinggung agama lain. 




Week 1: Diskusi Pembuatan Proposal, waktu dan Tempat Wawancara

  1. Tema Diskusi : Pembagian Tugas Anggota dan Tempat Wawancara Tokoh       Agama
  2. Tempat dan Waktu Wawancara: Binus University, Sabtu 7 Oktober 2017

  1. Peserta Diskusi: 1. Muhammad Efath
                        2. Irfan Aditya Mahendra 
                        3. Ihfa Nugraha
                        4. Muhammad Panji
                        5. Anggara Aryamufti
                        6. Hirau Akhmad Kekal


  1. Kesimpulan Diskusi Kelompok: Hasil pembagian tugas yang ada pada bab penutup dan tempat wawancara yang ada di bab Hasil Kegiatan
  2. Hasil Kegiatan: - pembagian tugas
                                    - waktu dan tempat wawancara sebagai berikut:
                                       1. Klenteng Hok Tek Tjeng Sin pada Minggu, 15 Oktober 2017
                                       2. Wihara Ekayana Arama pada Jumat, 27 Oktober 2017
                                       3. Chandra Prabha Pura Jelambar pada Minggu, 5 November 2017
                                       4. GPIB Sangkakala Jakarta Barat pada Rabu, 22 November 2017
                                       5Gereja Maria Bunda Karmel pada Rabu, 29 November 2017
                                       6. Binus University pada Jumat, 8 Desember 2017
  1. Foto Kegiatan Diskusi


Jumat, 08 Desember 2017

Scan Tanda Tangan Dosen Pada Laporan Proposal


Laporan Proposal

CBDC – TFI
Character Building Agama

MELAKUKAN KEGIATAN – KEGIATAN KEMANUSIAAN





 Wawancara Para Tokoh Agama Tentang Toleransi Dan Kerja Sama Antar Umat Beragama




Identitas Kelompok

Nim
Nama
Jabatan (ketua, sekertaris, anggota)
2001559860
Muhammad Efath
Ketua
2001550451
Irfan Aditya Mahendra
Sekretaris
2001551896
Ihfa Ramadhan
Anggota
2001573764
Hirau Akhmad
Anggota
2001574445
Muhammad Efath
Anggota
2001578853
Anggara Aryamufti
Anggota



Kelas
LA04




HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL

Project Luar Kelas Character Building Agama


1.              
Judul Project
:
Wawancara Para Tokoh Agama Tentang Toleransi Dan Kerja Sama Antar Umat Beragama
2
Lokasi Project
:
Tempat – Tempat Ibadah di DKI Jakarta
3
Kelompok target kegiatan
:
Masyrakat
4.
Nama Anggota Kelompok
:



1. Ihfa Ramadhan

6. Muhammad Panji W

2. Irfan Aditya



3. Muhammad Efath



4. Anggara Aryamufti
                                                         



5. Hirau Akhmad Kekal





5.
Character Building Agama

6
Kelas
:
LA04
7.
Dosen
:
Drs. Dalmeri Mawardi




                                                                                        Jakarta,29 September 2017

Mengetahui




( .....................................................)
Dosen CB Agama

Ketua Kelompok




(....................................................)






Daftar isi


Lembar pengesahan proposal ........................................ 1


Daftar isi ............................................................................ 2


Pendahuluan ..................................................................... 3


Latar Belakang ....................................................................... 3

Deskripsi Situasi ..................................................................... 3

Permasalahan ......................................................................... 3

Tujuan dan Manfaat Kegiatan ................................................... 4

Metode Kegiatan ................................................................5

Bentuk dan Rencana Kegiatan ................................ ................. 5

Waktu dan Tempat Kegiatan ..................................................... 5


Konsep .............................................................................. 6


Refrensi ............................................................................. 7





BAB 1: Pendahuluan

1.1)   Latar belakang

Sebagai negara yang memiliki beragam suku, agama dan ras atau SARA, Indonesia memiliki tantangan untuk menjaga keutuhan dalam kehidupan kerwarganegaraan. Pasalnya, tidak sedikit konflik yang timbul didasari oleh perbedaan SARA. Banyak pula kejadian yang memanas akibat sentimenya masyarakat tentang pluarisme tersebut.
Banyak dari kejadian – kejadian memanas yang membuat masyarakat Indonesia terpecah belah. Tidak sedikit dari satu keluarga pun bertengkar karena adanya perbedaan pendapat. Ini adalah bentuk ancaman keutuhan dan kesatuan NKRI. Bila terus dibiarkan, maka dapat menimbulkan kekacauan yang membuat NKRI menjadi terpecah belah.
Dengan adanya kejadian – kejadian yang baru saja memanas belakangan ini, kami akan mewawancara para tokoh agama dari beragama agama, untuk memberikan saran terkait bagaimana cara menjaga kehidupan antar umat bergama. Diharapkan dapat terjadinya toleransi dan kerja sama antar umat bergama dalam kehidupan bernegara.


1.2)   Deskripsi Situasi

Situasi belakangan ini kian memanas dan terjadi perpecahan antar umat beragama di NKRI. Tidak hanya mereka yang berbeda agama, bahkan dalam satu agama pun banyak yang bermusuhan akibat dari berbagai tragedi yang terjadi di NKRI. Perbedaan pendapat menjadi sebuah alasan untuk memusuhi orang lain.

Belum selesai satu perselisihan, banyak dari masalah – masalah baru yang muncul. Berbagai isu – isu sensitif yang beredar di masyarakat membuat perdebatan diantara orang banyak. Hal ini membuat perpecahan yang dapat membahayakan kesatuan dan keutuhan NKRI.


1.3)   Permasalahan

Ketika kita membicarakan suatu masalah, mungkin perlu waktu yang lama untuk menyelesaikan dan menenangkan masyarakat terkait masalah tersebut, namun akhir – akhir ini isu – isu baru terus berdatangan sehingga membuat perdebatan tidak dapat dihindari lagi. Kebanyakan masyarakat Indonesia pun bermusuhan dengan sesama masyarakat indonesia. Dalam menanggapi setiap isu yang muncul kita perlu lebih awas untuk menangkap informasi dan bersikap netral pada setiap informasi yang muncul tanpa melihat dari mana isu tersebut datang.



1.4)   Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Di antara banyak nya masalah yang muncul di NKRI, satu hal yang dapat menjadi sumber masalah adalah perbedaan agama. Hal ini sangat sensitif untuk dibicarakan di muka umum, namun sangat penting untuk dirundingkan agar membantu menjaga keutuhan NKRI. Dari sana juga kita bisa menghimbau warga negara Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI. Oleh karena itu perlu dilakukan Imbauan dari para pemuka agama agar setiap masyarakat dapat memahami pentingnya toleransi dan kerja sama antar umat bergama.
Dengan adanya kesadaran yang muncul dari tiap individu, maka isu – isu yang datang akan dapat dicerna lebih baik sehingga walaupun terjadi perdebatan, kita dapat melihat mana yang benar dan mana yang salah dengan selalu bersikap netral pada berita yang datang.





BAB 2: Metode kegiatan

2.1) Bentuk dan Rencana Kegiatan

            Wawancara ini akan dilakukan di 6 tempat berbeda. Masing - masing akan diselenggarakan di tempat ibadah dan pemuka agama yang berbeda. Bentuk wawancara tiap pemuka agama akan sama dan dibagi menjadi 3 bagian sebagai berikut.

1.    Pendapat tentang kasus – kasus yang dapat merusak keutuhan NKRI
2.    Pertanyaan tentang bagaimana cara menjalin toleransi dan kerja sama antar umat bergama
3.    Saran dan imbauan kepada masyarakat agar dapat menjalin toleransi dan kerja sama antar umat bergama beserta alasanya

2.2) Waktu dan Tempat Kegiatan

1.    Tempat Kegiatan: 6 tempat ibadah di setiap Agama yang berbeda di DKI Jakarta
2.    Waktu Kegiatan: semua waktu wawancara akan dilakukan kesepakatan dengan para tokoh agama



BAB 3: Konsep

-       Kesadaran tentang adanya keberagaman agama di Indonesia
-       Bagaimana cara hidup bergama yang baik sebagai masyarakat indonesia antar umat beragama
-       Pentingnya toleransi antar umat bergama
-       Dibutuhkanya kerja sama antar umat bergama agar lahir masyarakat gotong royong
-       Keinginan untuk menjaga kesatuan NKRI
-       Kebijakan dalam mengambil informasi yang masuk dari mana saja
-       Keikutsertaan dalam menjaga perdamaian di Indonesia


Refrensi